Rabu, 23 November 2011

Anda depresi ???


ANTI DEPRESAN


Depresi


adalah  suatu kondisi medis-psikiatris dan bukan sekedar suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Gejalanya tidak disebabkan oleh kondisi medis, efek samping obat, atau aktivitas kehidupan. Kondisi yang cukup parah menyebabkan gangguan klinis yang signifikan atau perusakan dalam keadaan sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang penting lainnya.
 
Antideprasan


merupakan obat-obat yang efektif pada pengobatan depresi, meringankan gejala gangguan depresi, termasuk penyakit psikis yang dibawa sejak lahir.
Antidepresan digunakan untuk tujuan klinis dalam sejumlah indikasi termasuk yang berikut ini :

1
Untuk mengurangi perasaan gelisah, panik, dan stres.
2
Meringankan insomnia
3
Untuk mengurangi kejang / serangan dalam perawatan epilepsi.
4
Menyebabkan relaksasi otot pada kondisi ketegangan otot.
5
Untuk menurunkan tekanan darah dan atau denyut jantung.
6
Untuk meningkatkan mood dan atau meningkatkan kesupelan.


         Jenis antidepresan adalah :

1
antidepresan trisiklik (ATS)
2
inhibitor monoamine oksidase (MAOI)
3
inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI)
   
dan sekelompok antidepresan lain yang tidak termasuk tiga kelas pertama. Indikasi klinis utama untuk penggunaan antidepresan adalah penyakit depresif mayor. Obat ini juga berguna dalam pengobatan gangguan panik, gangguan ansietas (cemas) lainnya dan enuresis pada anak-anak. Berbagai riset terdahulu menunjukkan bahwa obat ini berguna untuk mengatasi gangguan defisit perhatian pada anak-anak dan bulimia serta narkolepsi.


Anti deprasan seperti amitriptilin juga memiliki efek anti kejang. Golongan ini digunakan pada pasien yang depresi dan juga mengalami kecemasan, atau untuk penggunaan jangka lama dimana dikhawatirkan timbul ketergantungan bila menggunakan benzodiazepine. Inhibitor MAO seperti meclobemid sangat berguna pada pasien depresi dengan fobia. Selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti citaloram bisa digunakan untuk serangan panic.

Antidepresan Trisiklik


Obat antidepresan trisiklik


adalah sejenis obat yang digunakan sebagai antidepresan sejak tahun 1950an. Dinamakan trisiklik karena struktur molekulnya mengandung 3 cincin atom.
                           
Mekanisme kerja ATS tampaknya mengatur penggunaan neurotransmiter norepinefrin dan serotonin pada otak. Manfaat Klinis dengan riwayat jantung yang dapat diterima dan gambaran EKG dalam batas normal, terutama bagi individu di atas usia 40 tahun, ATS aman dan efektif dalam pengobatan penyakit depresif akut dan jangka panjang. Reaksi yang merugikan dan pertimbangan keperawatan, perawat harus mampu mengetahui efek samping umum dari anti depresan dan mewaspadai efek toksik serta pengobatannya. Obat ini menyebabkan sedasi dan efek samping antikolinergik, seperti mulut kering, pandangan kabur, konstipasi, retensi urine, hipotensi ortostatik, kebingungan sementara, takikardia, dan fotosensitivitas. Kebanyakan kondisi ini adalah efek samping jangka pendek dan biasa terjadi serta dapat diminimalkan dengan menurunkan dosis obat. Efek samping toksik termasuk kebingungan, konsentrai buruk, halusinasi, delirium, kejang, depresi pernafasan, takikardia, bradikardia, dan koma.


Contoh obat-obatan yang tergolong antidepresan trisiklik diantaranya adalah amitriptyline, amoxapine, imipramine, lofepramine, iprindole, protriptyline, dan trimipramine.

Selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI)


Diduga SSRI meningkatkan 5-HT di celah sinaps, pada awalnya akan meningkatkan aktivitas autoreseptor yang justru menghambat pelepasan 5-HT sehingga kadarnya turun dibanding sebelumnya. Tetapi pada pemberian terus menerus autoreseptor akan mengalami desensitisasi sehingga hasilnya 5-HT akan meningkat dicelah sinaps di area forebrain yang menimbulkan efek terapetik. Contoh obat-obat yang tergolong SSRI diantaranya adalah fluoxetine, paroxetine, dan sertraline.

Monoamine oxidase inhibitor (MAO inhibitor)


Dulu MAOIs secara nonselektif mengeblok MAO A dan B isoenzym dan memiliki efek antidepresan yang mirip dengan antidepresan trisiklik. Namun, MAOIs bukan obat pertama terapi antidepresan karena pasien yang menerima harus disertai dengan diet rendah tiramin untuk mencegah krisis hipertensi karena MAOIs membawa resiko interaksi obat dengan obat lain. MAOI tidak bersifat spesifik dan akan menurunkan metabolisme barbiturate, analgesic opioid dan alkohol. Meclobamid menghambat MAO A secara selektif dan reversible, relative aman dengan efek samping utama pusing, insomnia, dan mual. Contoh obat-obat MAOIs diantaranya phenelzine, dan tranylcypromine.





http://www.farmasiku.com/images/category_images/category_image_39.png

Top of Form
Pages:   1 2 3 4    Range:
Sort by:    Producthttp://www.farmasiku.com/skins/default_blue/customer/images/sort_asc.gif     Harga Per Satuan Terkecil     Default    


CODE: D2
Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,000.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

Alganax Alprazolam
0,25 mg




Komposisi :

Tiap tablet ALGANAX *-0.25 mg mengandung Alprazolam 0.25 mg
Tiap tablet ALGANAX *-0.5 mg mengandung Alprazolam 0.5 mg
Tiap tablet ALGANAX ® -1 mg mengandung Alprazolam 1 mg



Farmakologi :

Alprazolam sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiansietas



Indikasi :
-
Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas
-
Antidepresi termasuk ansietas yang  berkaitan  dengan depresi
-
Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

Dosis dan Cara Pemakaian :
-
Untuk keadaan ansietas dosis diberikan mulai dari 0.75 mg - 1.5 mg dalam Tfcssls ieTOagi. Dosis lazfrfnaibefiKarrO:5 mg -~COTng sehari dan terbagi dalam beberapa dosis
-
Untuk keadaan gangguan panik dosis diberikan mulai 0.5 mg - 1 0 mg diberikan saat menjelang tidur atau 0.5 mg sehari 3 kali
-
Untuk pasien lanjut usia dosis diberikan mulai 0.5 mg - 0.75 mg, dalam dosis terbagi. Dosis lazim diberikan 0.5 mg - 0.75 mg sehari dalam dosis terbagi,  dapat ditambah sesuai  kebutuhan dan toleransi tubuh

Kontra Indikasi :

Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut



Efek Samping :
-
Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan
-
Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor
-
Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular
-
Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian :
-
Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan
-
Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia
Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
-
Tidak   boleh   digunakan   pada   wanita   hamil   atau   menyusui
-
Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien depresi berat)
-
Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan
-
Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik
-
Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Obat :

Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan


Penyimpanan :

Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering
Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Diproduksi oleh:
PT. GUARDIAN PHARMATAMA
TANGERANG-INDONESIA


Kemasan :

ALGANAX®-0.25
No. Reg. : DPL9908012310A1
ALGANAX®-0.5
No. Reg. : DPL9908012310B1
ALGANAX®-1
No. Reg. : DPL9908012310C1
PLE.AG.02



CODE: D1
Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,700.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

Alganax Alprazolam
0,5 mg




Komposisi :

Tiap tablet ALGANAX *-0.25 mg mengandung Alprazolam 0.25 mg
Tiap tablet ALGANAX *-0.5 mg mengandung Alprazolam 0.5 mg
Tiap tablet ALGANAX ® -1 mg mengandung Alprazolam 1 mg


Farmakologi :

Alprazolam sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiansietas 

Indikasi :
-
Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas
-
Antidepresi termasuk ansietas yang berkaitan dengan depresi
-
Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

Dosis dan Cara Pemakaian :
-
Untuk keadaan ansietas dosis diberikan mulai dari 0.75 mg - 1.5 mg dalam TfcsslsieTOagi. Dosis lazfrfnaibefiKarrO:5 mg -~COTng sehari dan terbagi dalam beberapa dosis
-
Untuk keadaan gangguan panik dosis diberikan mulai 0.5 mg - 1 0 mg diberikan saat menjelang tidur atau 0.5 mg sehari 3 kali
-
Untuk pasien lanjut usia dosis diberikan mulai 0.5 mg - 0.75 mg, dalam dosis terbagi. Dosis lazim diberikan 0.5 mg - 0.75 mg sehari dalam dosis terbagi, dapat ditambah sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh 

Kontra Indikasi :

Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut

Efek Samping :

-
Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan
-
Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor
-
Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular
-
Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati. 

Peringatan dan Perhatian :
-
Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan
-
Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia
-
Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
-
Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui
-
Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien depresi berat)
-
Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan
-
Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik
-
Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Obat :

Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan 

Penyimpanan :

Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering
Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Diproduksi oleh:
PT. GUARDIAN PHARMATAMA
TANGERANG-INDONESIA

Kemasan :

ALGANAX®-0.25
No. Reg. : DPL9908012310A1
ALGANAX®-0.5
No. Reg. : DPL9908012310B1
ALGANAX®-1
No. Reg. : DPL9908012310C1
PLE.AG.02



CODE: D3
Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,900.00
Out of stock
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

Alganax Alprazolam
1 mg




Komposisi :

Tiap tablet ALGANAX*-0.25 mg mengandung Alprazolam 0.25 mg
Tiap tablet ALGANAX*-0.5 mg mengandung Alprazolam 0.5 mg
Tiap tablet ALGANAX® -1 mg mengandung Alprazolam 1 mg

Farmakologi :

Alprazolam sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiansietas



Indikasi :
-
Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas
-
Antidepresi termasuk ansietas yang berkaitan dengan depresi
-
Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia
Dosis dan Cara Pemakaian :
-
Untuk keadaan ansietas dosis diberikan mulai dari 0.75 mg - 1.5 mg dalam Tfcssls ieTOagi. Dosis lazfrfnaibefiKarrO:5 mg -~COTng sehari dan terbagi dalam beberapa dosis
-
Untuk keadaan gangguan panik dosis diberikan mulai 0.5 mg - 1 0 mg diberikan saat menjelang tidur atau 0.5 mg sehari 3 kali
-
Untuk pasien lanjut usia dosis diberikan mulai 0.5 mg - 0.75 mg, dalam dosis terbagi. Dosis lazim diberikan 0.5 mg - 0.75 mg sehari dalam dosis terbagi, dapat ditambah sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh

Kontra Indikasi :

Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut

Efek Samping :
-
Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan
-
Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor
-
Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular
-
Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian :
-
Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan
-
Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia
-
Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
-
Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui
-
Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien depresi berat)
-
Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan
-
Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik
-
Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Obat :

Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan
Penyimpanan :

Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering
Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Diproduksi oleh:
PT. GUARDIAN PHARMATAMA
TANGERANG-INDONESIA

Kemasan :

ALGANAX®-0.25
No. Reg. : DPL9908012310A1
ALGANAX®-0.5
No. Reg. : DPL9908012310B1
ALGANAX®-1
No. Reg. : DPL9908012310C1
PLE.AG.02



Harga Per Satuan Terkecil : Rp550.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

ALPRAZOLAN 0,25 MG

Komposisi:

ALPRAZOLAM 0,25
Tiap tablet mengandung: Alprazolam     0,25 mg
ALPRAZOLAM 0,5
Tiap tablet mengandung: Alprazolam     0,5 mg
ALPRAZOLAM 1
Tiap tablet mengandung: Alprazolam     1 mg

Farmakologi:
Antiansietas.
Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.

Kontraindikasi:
-
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepm.
-
Glaukoma sudut sempit akut.
-
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur.

Dosis:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari.
Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga' maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi. Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat: 0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

Overdosis:
-
Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung.
-
Penderita dirawat intensif dengan terapi simtomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit.
Peringatan dan perhatian:
-
Dapat terjadi ketergantungan.
-
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.
-
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
-
Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
-
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.
-
Kurangi dosis pada lanjut usia dan debil (lemah).
-
Hindari pemakaian jangka panjang.
-
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonar kronik.
Efek samping:
-
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.
-
Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.
Interaksi obat:
-
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol, barbiturat.
-
Ekskresi dihambat oleh simetidin.
Kemasan dan nomor registrasi:
ALPRAZOLAM 0,25 mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet
No. Reg.: GPL0405036610A1
ALPRAZOLAM 0,5 mg, Kotak, 10 strip® 10 tablet
No. Reg.: GPL0405036610B1
ALPRAZOLAM 1mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet
No. Reg.: GPL0405036610C1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25-30°C), TERLINDUNG DARI CAHAYA.
Dibuat oleh:
DonjiitH
JL. BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG-INDONESIA



CODE: D5
Harga Per Satuan Terkecil : Rp750.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

ALPRAZOLAN 0,5 MG
Komposisi:
ALPRAZOLAM 0,25
Tiap tablet mengandung: Alprazolam 0,25 mg

ALPRAZOLAM 0,5
Tiap tablet mengandung: Alprazolam 0,5 mg

ALPRAZOLAM 1
Tiap tablet mengandung: Alprazolam 1 mg
Farmakologi:
Antiansietas.
Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.
Kontraindikasi:
-
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepm.
-
Glaukoma sudut sempit akut. .
-
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur.
Dosis:

0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga' maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.
Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat: 0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.
Overdosis:

Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung. - Penderita dirawat intensif dengan terapi simtomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit.
Peringatan dan perhatian:
-
Dapat terjadi ketergantungan.
-
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.
-
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
-
Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
-
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.
-
Kurangi dosis pada lanjut usia dan debil (lemah).
-
Hindari pemakaian jangka panjang.
-
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonar kronik.
Efek samping:
-
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.
-
Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.
Interaksi obat:
-
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol, barbiturat.
-
Ekskresi dihambat oleh simetidin.
Kemasan dan nomor registrasi:

ALPRAZOLAM 0,25 mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet, No. Reg.: GPL0405036610A1 ALPRAZOLAM 0,5 mg, Kotak, 10 strip® 10 tablet, No. Reg.: GPL0405036610B1 ALPRAZOLAM 1 mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet, No. Reg.: GPL0405036610C1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25-30°C), TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Dibuat oleh:
DonjiitH
JL. BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG-INDONESIA



CODE: D4
Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

ALPRAZOLAN 1 MG

Komposisi:

ALPRAZOLAM 0,25
Tiap tablet mengandung: Alprazolam     0,25 mg
ALPRAZOLAM 0,5
Tiap tablet mengandung: Alprazolam     0,5 mg
ALPRAZOLAM 1
Tiap tablet mengandung: Alprazolam     1 mg

Farmakologi:
Antiansietas.
Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.

Kontraindikasi:
-
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepm.
-
Glaukoma sudut sempit akut.
-
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur.

Dosis:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari.
Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga' maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi. Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat: 0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

Overdosis:
-
Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung.
-
Penderita dirawat intensif dengan terapi simtomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit.
Peringatan dan perhatian:
-
Dapat terjadi ketergantungan.
-
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.
-
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
-
Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
-
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.
-
Kurangi dosis pada lanjut usia dan debil (lemah).
-
Hindari pemakaian jangka panjang.
-
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonar kronik.
Efek samping:
-
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.
-
Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.
Interaksi obat:
-
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol, barbiturat.
-
Ekskresi dihambat oleh simetidin.
Kemasan dan nomor registrasi:
ALPRAZOLAM 0,25 mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet
No. Reg.: GPL0405036610A1
ALPRAZOLAM 0,5 mg, Kotak, 10 strip® 10 tablet
No. Reg.: GPL0405036610B1
ALPRAZOLAM 1mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet
No. Reg.: GPL0405036610C1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25-30°C), TERLINDUNG DARI CAHAYA.
Dibuat oleh:
DonjiitH
JL. BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG-INDONESIA



[Hubungi Kami Untuk Harga di 03517813966 ]
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu.
ALVIS 0,25 MG


INDIKASI:
Pengobatan jangka pendek ansietas sedang sampai berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.


KONTRA INDIKASI:
hapersensitifitas terhadap golongan bezodiazepin, glaukoma sudut sempit, akut, miastenia gravis.


PERHATIAN:
Dapat terjadi ketergantungan.


EFEK SAMPING:
Intoksifikasi, fngsi saraf.


DOSIS:
Dewasa: 3x sehari 0,25-0,5 mg; lanjut usia, debil dan gangguan fungsi hati parah: 2-3x sehari 0,25 mg.


KEMASAN:
Dos: 3 x 10 tablet 0,5 mg
3 x 10 tablet 1 mg
 



CODE: D6
Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,000.00

Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu.

A L V I S 0.5 mg




KOMPOSISI

Tiap tablet mengandung 0,25 mg ; 0,5 mg ; dan 1,0 mg alprazolam.


CARA KERJA OBAT

Antiansietas


INDIKASI

Pengobatan jangka  pendek,  ansietas  sedang  atau  berat  dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.


KONTRA INDIKASI
-
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin
-
Glaucoma sudut sempit akut
-
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur


EFEK SAMPING

-
Mengantuk, kelemahan otot ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, "blurred vision"
Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, "blood dyscrasias" dan "jaundice"



POSOLOGI

Dewasa : 0,25 - 0,5 mg 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3 - 4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi
Untuk pasien lanjut usia, debil, dan gangguan fungsi hati berat 0,25 mg 2 - 3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu


PERINGATAN DAN PERHATIAN

-
Dapat terjadi ketergantungan
-
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi
-
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin
-
Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronis, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol,
-
penderita kelainan kepribadian yang nyata
-
Pemakaian pada anak dibawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti
-
Kurangi dosis pada ianjut usia dan debil
-
Hindari pemakaian jangka panjang
-
Hati-hati pemakaian pada penderita "pulmonary insufficiency" kronik

INTERAKSI OBAT

Efek ditingkatkan oleh depresan susunan syaraf pusat, alkohol, barbiturat
Ekskresi dihambat oleh Simetidin


OVER DOSIS

Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung
Penderita dirawat intensif dengan terapi simptomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit


CARA PENYIMPANAN

Simpan di ruangan dengan suhu 15 - 30 °C


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN

ALVIZ *0,25 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 A1
ALVIZ ® 0,5 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 B1
ALVIZ ® 1 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 C1


Diproduksi oleh :

PHAROS



CODE: D7
Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,400.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

A L V I Z  1 mg

KOMPOSISI
Tiap tablet mengandung 0,25 mg ; 0,5 mg ; dan 1,0 mg alprazolam.

CARA KERJA OBAT
Antiansietas

INDIKASI
Pengobatan jangka  pendek,  ansietas  sedang  atau  berat  dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.

KONTRA INDIKASI
-
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
-
Glaucoma sudut sempit akut.
-
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur.
EFEK SAMPING
-
Mengantuk, kelemahan otot ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, "blurred vision"
-
Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, "blood dyscrasias" dan "jaundice"
POSOLOGI
Dewasa : 0,25 - 0,5 mg 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3 - 4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi
Untuk pasien lanjut usia, debil, dan gangguan fungsi hati berat 0,25 mg 2 - 3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu

PERINGATAN DAN PERHATIAN
-
Dapat terjadi ketergantungan
-
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi
-
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin
-
Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronis, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata
-
Pemakaian pada anak dibawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti
-
Kurangi dosis pada ianjut usia dan debil
-
Hindari pemakaian jangka panjang
-
Hati-hati pemakaian pada penderita "pulmonary insufficiency" kronik
INTERAKSI OBAT
-
Efek ditingkatkan oleh depresan susunan syaraf pusat, alkohol, barbiturat
-
Ekskresi dihambat oleh Simetidin
OVER DOSIS
-
Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung
-
Penderita dirawat intensif dengan terapi simptomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit


CARA PENYIMPANAN
Simpan di ruangan dengan suhu 15 - 30 °C

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
ALVIZ * 0,25 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 A1
ALVIZ® 0,5 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 B1
ALVIZ® 1 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 C1
Diproduksi oleh:
PHAROS



Harga Per Satuan Terkecil : Rp200.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

AMITRIPTYLINE 25 MG

KOMPOSISI :
Tiap tablet selaputmengandung Amitriptilin hidroklorida 25 mg


CARA KERJA OBAT :
Amitriptilin merupakan antidepresi trisiklik
Amitriptilin bekerja dengan menghambat pengambilan kembali neurotransmiter di otak. Amitriptilin mempunyai 2 gugus metil, termasuk amin tersier sehingga lebih resposif terhadap depresi akibat kekurangan serotonin. Senyawa ini juga mempunyaiaktivitas sedatif dan antikolinergik yang cukup kuat.
Pada pemberian oral, Amitriptilin diaborpsi dengan baik, kurang lebih 90% berkaitan dengan protein plasma dan tersebar luas dalam jaringan dan susunan syraf pusat. Metabolisme di hati berlngsung lambat dan waktu paruh 10,3-25,3 jam, kemudian diekskresi bersama urin.


INDIKASI :
Amitriptilin digunakan pada keadaan ansietas dan depresi.


DOSIS :
Dosis awal 3-4 tablet,kemudian ditingkatkan sampai 6 tablet dalam dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan bertahap setiap minggu tergantung dari respon klinik penderita dan tidak meebihi 12 tablet perhari.
Untuk pasien depresi di rumah sakit, sehari 4 tablet dalam dosis terbagi, kemudian ditingktkan sampai 12 tablet dalam dosis terbagi.
Untuk pasien tua dan remaja di atas 16 tahun, sehari 1-2 tablet, kemudian ditingkatkan sampai sampai 4 tablet sehati dalam dosis terbagi.


PERINGATAN & PERHATIAN :
- Penghentian pengobatan sebaiknya secara bertahap
- Sebaiknya tidak menjalankan kendaraan atau mesin
- Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, anak remaja di bawah 16 tahun
- Hati-hati bila dihunakan pada penderita gangguan fungsi hati, hipertiroid, penderita glaukaoma sudut sempit


EFEK SAMPING :
Efek samping berupa rasa kering dimulut, sembelit, retensi urin, sedasi, leukopenia, nausea, postural hipotensi, dizziness, tremor, skin rash.


KONTRA INDIKASI :
- Jangan diberikan pada penderita skizofrenia
- Penderita dengan riwayat aritmia, infark jantung, kelainan jantung bawaan
- Penderita yang peka terhadap antidepresan trisiklik


INTERAKSI OBAT :
- Senyawa ini berinteraksi dengan guanetidin dan klonidin
- Amitriptilin dapat meningkatkan efek simpatik dari obat adrenergik


CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk (15-25 derajat C) dan kering


KEMASAN & NO REG. :
Kotak 10 strip @ 10 tablet salut selaput, GKL 8920905817A1


PABRIK :
INDOFARMA

1 komentar:

  1. Obat Anti Depresan Obat Penenang Pikiran Susah Tidur Terlengkap dan Termurah.
    Cara Order Cepat Via Sms
    Hp 081389604161
    BBM 5E10FDB4
    Dumolid 5mg Rp170.000
    Camlet 2mg Rp160.000
    Alganax 0,25mg Rp170.000
    XR 0.5mg Rp140.000
    XR 1.0mg Rp160.000
    Riklona 2mgRp170.000
    Ativan 2mg Rp160.000
    Ritalin 10mg Rp150.000
    Prohiper 10mg Rp170.000
    Frixitas 1mg Rp160.000
    Esilgan 2mg Rp160.000
    Alprazolam 1mg Rp150.000
    Valisanbe(diazepam) Rp140.000
    valdimex(diazepam) Rp150.000
    Stesolid (diazepam) Rp160.000

    BalasHapus